KESULTANAN DELI
Kesultanan Deli adalah sebuah kesultanan yang didirikan pada tahun 1669
oleh Tuanku Panglima Perunggit di wilayah bernama Tanah Deli (kini Medan,
Indonesia).
Sejarah
Menurut Hikayat Deli, seorang pemuka Aceh bernama Muhammad Dalik
berhasil menjadi laksamana dalam Kesultanan Aceh. Muhammad Dalik, yang kemudian
juga dikenal sebagai Gocah Pahlawan dan bergelar Laksamana Khuja Bintan (ada
pula sumber yang mengeja Laksamana Kuda Bintan), adalah keturunan dari Amir
Muhammad Badar ud-din Khan, seorang bangsawan dari Delhi, India yang menikahi
Putri Chandra Dewi, putri Sultan Samudra Pasai. Dia dipercaya Sultan Aceh untuk
menjadi wakil bekas wilayah Kerajaan Haru yang berpusat di daerah sungai
Lalang-Percut.
Dalik mendirikan Kesultanan Deli yang masih di bawah Kesultanan Aceh
pada tahun 1630. Setelah Dalik meninggal pada tahun 1653, putranya Tuanku
Panglima Perunggit mengambil alih kekuasaan dan pada tahun 1669 mengumumkan
memisahkan kerajaannya dari Aceh. Ibu kotanya berada di Labuhan, kira-kira 20
km dari Medan.
Sebuah pertentangan dalam pergantian kekuasaan pada tahun 1720
menyebabkan pecahnya Deli dan dibentuknya Kesultanan Serdang. Setelah itu,
Kesultanan Deli sempat direbut Kesultanan Siak Sri Indrapura dan Aceh.
Pada tahun 1858, Tanah Deli menjadi milik Belanda setelah Sultan Siak,
Sharif Ismail, menyerahkan tanah kekuasaannya tersebut kepada mereka. Pada
tahun 1861, Kesultanan Deli secara resmi diakui merdeka dari Siak maupun Aceh.
Hal ini menyebabkan Sultan Deli bebas untuk memberikan hak-hak lahan kepada Belanda
maupun perusahaan-perusahaan luar negeri lainnya. Pada masa ini Kesultanan Deli
berkembang pesat. Perkembangannya dapat terlihat dari semakin kayanya pihak
kesultanan berkat usaha perkebunan terutamanya tembakau dan lain-lain. Selain
itu, beberapa bangunan peninggalan Kesultanan Deli juga menjadi bukti
perkembangan daerah ini pada masa itu, misalnya Istana Maimun.
Kesultanan Deli masih tetap eksis hingga kini meski tidak lagi mempunyai
kekuatan politik setelah berakhirnya Perang Dunia II dan diproklamasikannya
kemerdekaan Indonesia.
Sultan Deli
Sultan Deli adalah penguasa Kesultanan Deli di Sumatra Utara, Indonesia.
Sultan Deli dipanggil dengan gelar Sri Paduka Tuanku Sultan. Jika mangkat, sang
Sultan akan digantikan oleh putranya.
Daftar Sultan-sultan Deli
1. Tuanku Panglima Gocah
Pahlawan 1632-1669
2. Tuanku Panglima Parunggit
1669-1698
3. Tuanku Panglima Padrap
1698-1728
4. Tuanku Panglima Pasutan
1728-1761
5. Tuanku Panglima Gandar
Wahid 1761-1805
6. Sultan Amaluddin Mangendar
1805-1850
7. Sultan Osman Perkasa Alam
Shah 1850-1858
8. Sultan Mahmud Al Rasyid
1858-1873
9. Sultan Ma'moen Al Rasyid
1873-1924
10. Sultan Amaluddin Al Sani
Perkasa Alamsyah 1924-1945
11. Sultan Osman Al Sani
Perkasa Alamsyah 1945-1967
12. Sultan Azmy Perkasa Alam
Alhaj 1967-1998
13. Sultan Otteman Mahmud
Perkasa Alam 5 Mei 1998–21 Juli 2005
14. Sultan Mahmud Lamanjiji
Perkasa Alam 22 Juli 2005–saat ini
Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alam
Letnan Kolonel (Infantri) Tuanku Sultan Otteman III Mahmud Ma'amun
Padrap Perkasa Alam Shah atau cukup disingkat Tito Otteman (Kuala Lumpur,
Malaysia, 30 Agustus 1966–Lhokseumawe, 21 Juli 2005) adalah Sultan Deli ke-13
yang memerintah dari 5 Mei 1998 hingga 21 Juli 2005. Dia meninggal saat pesawat
CN-235 yang ditumpanginya bersama dua rekan TNI lainnya tergelincir di
Pangkalan Udara Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh.
Saat wafat, Otteman telah bertugas selama 10 bulan di Langsa, Aceh. Ia
merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Dari pernikahannya dengan Ir. Hj. Siska
Marabintang, dia memperoleh dua orang anak, Aria Lamanjiji dan Zulkarnain
Otteman Mangendar Alam.
Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam
Sri Sultan Mahmud Aria Lamanjiji Perkasa Alam Shah atau cukup disingkat
Aria Lamanjiji (lahir 17 Agustus 1997 di Makassar, Sulawesi Selatan) adalah
Sultan Deli ke-14 yang memerintah sejak 22 Juli 2005. Dia adalah Sultan Deli
termuda dalam sejarah. Sultan termuda sebelumnya adalah Sultan Ma'moen Al
Rasyid (1873-1924) yang diangkat saat berusia 15 tahun.
Karena belum akil balik atau belum dewasa menurut ajaran Islam, tampuk
kepemimpinan akan dipegang oleh paman ayahnya, Tengku Hamdy Osman Deli Khan.
Sebelum diangkat menjadi Sultan, Lamanjiji sedang bersekolah di sebuah
SD di Jawa Barat.
![]() |
| Taruhan Bola |

No comments:
Post a Comment